Minggu, 23 Agustus 2020

#Alive, Berani untuk Bertahan

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb!

Wellcome back to my blog! Ya Allah, udah mirip youtuber aja ya. Di aminin aja ya, semoga bisa menjadi youtuber, blogger, dan horang kaya. Oke skip aja ya guys. Aku balik lagi nih setelah sekian purnama, hahay!

Kali ini aku mau ngomongin tentang film dari Korea Selatan yang berjudul #Alive. Kalian udah pada nonton atau belum nih? Film ini bercerita tentang 2 insan manusia yang berani melawan zombie untuk bertahan hidup. Ada Joon Woo yang diperankan oleh Yoo Ah In dan Yoo Bin yang diperankan oleh Park Shin Ye. Cerita dimulai ketika Joon Wo baru bangun kesiangan dari tidurnya. Dia di rumah sendirian, ketika sedang bermain game tiba-tiba ada kegaduhan dari luar apartemennya. Dia menyaksikan orang-orang di luar sana berlari-lari. Ada yang menggigit satu sama lain, mobil saling bertabrakan, dan lain-lain. Dia melihat berita di TV, bahwa sedang ada wabah di Kota tersebut. Orang yang terkena wabah akan menggigit manusia lainnya, kita mengenal wabah ini dengan mayat hidup atau zombie. 

Dia mencoba membuka pintu apartemen untuk melihat keadaan luar, karena itu ada seseorang yang masuk ke dalam rumahnya. Dia meminta orang itu untuk keluar, tapi orang tersebut malah ingin ke kamar mandi. Selama orang itu berada di kamar mandi, Joon Wo melihat berita dan mengetahui ciri-ciri orang yang sudah terinfeksi. salah satunya adalah mata orang yang terinfeksi akan memerah. Joon Wo segera mengambil pisau dan orang di kamar mandi keluar. Dia menyuruh orang itu keluar dari rumahnya dan orang asing itu menolak. Sampai akhirnya mata orang tersebut memerah, Joon Wo pun yakin bahwa orang itu terinfeksi. Setelah benar-benar menjadi zombie, orang itu menyerang Joon Wo dan Joon Wo melawannya serta mengeluarkannya dari rumah secara paksa.

Joon Wo mengisolasi diri di rumah, mengganjal pintu dengan kulkas takut-takut kalau didobrak zombie. Joon Wo mencoba berkali-kali menghubungi ibunya, tapi tidak bisa. Jaringan Internet, wi-fi, tidak berfungsi. berkali-kali dia mencoba meminta bantuan lewat internet tapi tidak bisa. Hari pertama hari kedua Joon Wo masih mempunyai stok makanan. Sampai hari ke-20, Joon Wo merasa frustasi hingga akhirnya dia memutuskan untuk gantung diri. Di tengah perjalanan gantung dirinya, dia melihat sinar laser merah yang berasal dari apartemen di seberang mengarah ke badannya. Kemudia sinar itu berpindah ke dinding sampai dia berpikir bahwa masih ada manusia yang hidup. Dia berusaha turun dan melepaskan lehernya dari lilitan tali dan berhasil.

Yoo Bin dari apartemen seberang tengah melihat tingkah Joon Wo melalui teropong dan mengatakan 'Bodoh'. Setelah adegan tersebut, Joon Wo dan Yoo Bin sering berinteraksi. Mulai berkirim makanan melalui seutas tali yang disambung dari satu apartemen ke apartemen lainnya. Tak hanya makanan, mereka juga saling berbicara melalui Walkie Talkie milik Joon Wo. Mereka juga saling membantu menghadapi zombie yang menyerang mereka. Hingga akhirnya Yoo Bin nekat untuk ke apartemennya Joon Wo karena menurutnya, di lantai 8 apartemen tersebut tidak ada manusia.

Mereka berhasil memasuki Lantai 8, lantas apa yang terjadi di lantai 8? Apakah Joon Wo dan Yoo Bin akan berhasil dan selamat? Ayo segera tonton filmnya di aplikasi-aplikasi nonton yang kamu punya. Aku nontonnya di Drakor.Id, kalau kalian mau nonton di Drakor.Id juga ya silakan.

Film zombie mulai dari Train To Busan, Kingdom 1 dan 2, serta #Alive semuanya sudah aku tonton. Aku dapat hal menarik dari zombie. Di Film Train To Busan, zombie nya hanya merespon kalau ada sinar dan suara. Yang artinya, kalau keadaan gelap dan tidak ada suara, itu zombie bakalan diam tak bergerak. Gerakan zombie juga terbatas, mereka tidak bisa membuka pintu ataupun berfikir. Mereka hanya lari dan mengejar manusia untuk digigit. Di drama Kingdom 1, aku mendapati bahwa zombie hanya hidup di malam hari dan tidur seperti mayat di siang hari. Sama seperti zombie di Train To Busan, mereka berlari mengejar dan mengejar. Di Kingdom 2, si zombie sudah tetap hidup walaupun matahari telah terbit (ini zombie belajar dari kesalahan masa lalu dan terus mengupgrade dirinya), tapi kalah dengan air. Jadi kalau zombienya dimasukin ke air, parasit yang ada di tubuh mereka akan keluar dengan sendirinya dan mereka pun mati seutuhnya.

Di film #Alive ini, zombie sudah cerdas. Tangan sudah mulai berfungsi untuk membuka pintu dan juga menangkap serta menghancurkan drone milik Joon wo. Otak sudah bisa berfikir untuk memanjat seutas tali yang dilemparkan oleh manusia. Sudah bisa mencari tahu dari mana asal suara padahal suaranya dari balik dinding ataupun dari lantai 8, lantai tertinggi apartemen. 

Film ini, mengajarkan kepada kita untuk tetap bertahan hidup. Kehidupan adalah sebuah nikmat yang harus kita syukuri. Selagi masih hidup, ayo cari bekal untuk kehidupan di akhirat. Di film ini juga dinampakkan bagaimana orang yang pasrah setelah berjuang mati-matian. Jadi, kita boleh pasrah dan memang harus pasrah (menyerahkan segalanya ke Allah SWT.) setelah kita berusaha (berikhtiar), 'Tawakal' namanya.

Terimakasih untuk yang sudah membaca tulisan saya, semoga kita semua dapat menyerap ilmu tersurat dan tersirat di setiap kejadian dalam kehidupan kita.

Salam manis dari penulis yang manis. Sampai jumpa di tulisanku berikutnya ya...

Untuk kalian yang mau kasih kritik dan saran, ayo tulis di kolom komentar ya...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Sumber Foto : Internet.

Selasa, 03 Desember 2019

Review Garnier Serum Mask Sakura White

Assalamu'alaikum all!!
Apa kabar hari ini? Udah lama aku off menulis. Ada rindu yang begejolak, tapi apalah daya??? (Alasan...) :D
Nah, kali ini aku bakal ngereview salah satu produk kecantikan. Hmmm, baru kali ini sih aku nulis beginian. Tapi dicoba tak mengapa, mengapa tak mencoba ya kan? Oke langsung aja ke topik pembicaraan. Cekidot.....
Suatu hari sunyi sepi dan sendiri (yaelah macem lirik lagu pinokio). Nah, beberapa hari yang lalu, yayasan tempat aku ngajar tuh lagi ngerayain hari ulang tahun... (Happy Birthday my school...). Jadi diadakanlah ceremonialnya sekaligus memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Ada rencana mengundang pak Bupati dan kalian tau guys? Aku dapat bagian tugas penerima tamu. Rasa senang dan bahagia menggeliat kesana kemari (agak lebay sih.) hehehe...
Ketika diperjalanan pulang dari sekolah, aku singgah ke Indomaret. Niatnya cuma mau transfer duit doang. Karena masih ada beberapa orang yang mengantre, aku keliling-keliling indomaret deh. Dan berhentilah di tempat si masker Garnier ini. sambil baca-baca (gue kutu buku guys! Kalau percaya. Padahal yang dibaca tuh kemasan masker, bukan buku panduan CPNS), si kakak yang ada di meja kasir ngomong,
"Beli, kak? Beli 2 gratis 1."
"Oh iya kak"
Dalam malam yang gemerlap, aku terpaku dalam kebingungan antara memilih membelinya atau tidak. Yah, begitulah. Jangan kasih aku pilihan, karena itu beban yang agak membingungkan. Dan setelah kurang lebih sejam berdiri bolak balik di indomaret, akhirnya aku beli maskernya. 2 pcs Garnier Serum Mask Sakura White dan 1 pcs Garnier Serum Mask Pure Charcoal Black Algae.

Malam itu juga aku mau pake maskernya. Aku cuci muka, lalu aku buka kemasan Garnier Serum Mask Sakura White dan aku tadaaa...... di dalam kemasan ada 1 lembar masker berwarna putih, di sisi lain berwarna biru. Sisi yang berwarna putih untuk ditempelin ke wajah (mak nyess, dinginnya berasa guys) dan sisi yang berwarna biru berada di depan. Kemudian, tarik sisi masker yang berwarna biru dan biarkan serum meresap ke kulit wajah. diamkan selama 15 menit (Kalau aku sih kemarin ku diamkan selama sejam, soalnya sambil nonton drakor :D .)
Lalu, aku lepas maskernya, sisa serumnya kutepuk-tepuk ke wajah, sisanya yang lain kuusapkan ke tangan dan kaki. Banyak sisanya, jadi sayang kalau di buang hahahaha. Setelah maskeran, aku pun tidur. keesokan paginya, aku liat cermin sambil bergumam,
"Ya Allah, cantiknya aku."
Hehehehe, sebenarnya gak ada yang berubah di wajahku tetap gitu-gitu aja letaknya. Hanya saja, mamak bilang wajahnya agak lebih bersih dari sebelumnya. Alhamdulillah kalau begitu. Dan aku jadi pengen maskeran terus...
Menurutku maskernya bagus, katanya sih serumnya tahan sampai seminggu. Hanya saja, sebelum seminggu aku udah maskeran lagi tapi pakai masker yang pure charoal. Lembarannya lembut, tapi agak kebesaran kalau di wajah aku. Wanginya juga lembut. Baguslah pokoknya. Mungkin aku harus coba seluruh rangkaiannya nih :D .

Minggu, 23 Juni 2019

Kiat Sukses Membentuk Mental Baja


Assalamu'alaikum. Semangat pagi 😁😁😁...
Hari ini saya mau membagikan point penting dalam training yg diadakan oleh Millionare Club Indonesia (MCI). Sabtu, 22-06-2019 di Royal Suite Condotel. Training ini dibawakan oleh Yulia Gouw, seorang Elite Diamond di MCI.

Sebagai member MCI, pasti bakalan banyak cobaan dalam menempuh kesuksesan. Karena hal itu, mental member MCI haruslah mental baja. Untuk itu, ada beberapa kunci sukses untuk membentuk mental kita menjadi mental baja. Berikut adalah kiat suksesnya. 😁😁😁.

1. Kenali Hot Button Anda.
Apa tujuan kita? Kita mau jadi apa? Karena dengan tujuan yg jelas akan membakar semangat kita dalam menjalankan bisnis MCI.

2. Kenali Kualitas Diri Anda.
Ternyata, kita yg kita kenal saat ini memiliki kelebihan yang terkadang belum kita sadari. Jadi mari kita mengenal diri kita yang lebih berani, lebih cerdas, dan lebih kuat dari yang kita ketahui.

3. Always Be Positif.
Biarlah orang berkata apa. Yang penting kita bahagia. Karena kita tumbuh ketika kita selalu ditimpah masalah. Pohon, semakin tinggi akan semakin banyak angin yang menerpa. Jadi jangan jadikan masalah sebagai sandungan, tapi jadikanlah masalah tersebut menjadi pijakan agar kita dapat melangkah lagi.

4. Berani Bertindak Untuk Berubah.
Sudah saatnya kita keluar dari zona santai. Karena saatnya bersantai adalah ketika kita ngetrip ke Luar Negeri. Ayeeey!!!

5. Berani Menerima Kegagalan.
Yang namanya hidup di dunia ada yang namanya kegagalan dan kesuksesan. Mencoba tapi gagal, coba lagi dan lagi sampai jatah gagal itu habis. Kalau jatah gagal sudah habis, tinggallah suksesnya. 😁😁😁.

6. Be Smart Emosional.
Berjuang terus sampai garis finish. 😁😁😁.

Hanya ini yang bisa saya sampaikan. Terimakasih untuk yg sudah membaca. Saya akhiri cuap2 ini, Wassalamualaikum...
🙏🙏🙏

Jumat, 22 Februari 2019

Tantangan Guru Masa Kini

Assalamu'alaikum readers... Apa kabar hari ini? Semoga dalam keadaan baik yah. Hari ini ditemani dengan setumpuk soal-soal yg harus dipelajari rasanya jari ini gatal untuk memposting tulisan. Selamat membaca, semoga tulisan ini bermanfaat. Saya tidak mengkritisi siapapun, saya hanya mengemukakan pendapat saja.

Guru, cita-cita yang mulai saya gaungkan sejak saya SD. Jadi wajar rasanya kalau saat ini saya jadi guru beneran. Guru memiliki tugas memanusiakan manusia, apalagi ditunjang dengan pendidikan karakter yang saat ini sedang membooming. Di era millenial ini, guru tidak hanya dituntut untuk masuk kelas, nyatat buku, isi absen, dan lain-lain. Tapi guru memiliki segudang tantangan, yang apabila seorang guru tidak mampu menghadapi tantangan tersebut, yakinlah guru akan tergilas oleh perkembangan zaman. Nah apa aja tantangannya? Yuk simak ulasan singkat berikut.

1. Guru harus menguasai komputer

Seorang guru harus mampu mengoperasikan komputer minimal Microsoft Office. Karena zaman sekarang semua harus diinput melalui komputer. Input nilai, input kehadiran, dan mengurus seluruh administrasi belajar mengajar harus diinput dalam komputer. Selain itu, dengan metode-metode belajar mengajar saat ini sudah mulai beralih dari whiteboard ke tampilan layar. Kalaulah seorang guru tidak mampu mengoperasikan komputer, bagaimana nantinya akan melaksanakan operasionalnya sebagai guru?

2. Guru harus update

Seorang guru harus memperhatikan perkembangan zaman. Jangan sampai siswa lebih mengetahui isu hangat yang sedang beredar dibanding kita, gurunya. Apa jadinya ketika mereka menanyakan suatu masalah yang sedang gempar, tapi gurunya gak tau? Ya gak nyambung atuh.

3. Guru harus mampu bersaing dengan gadget


Untuk guru matematika seperti saya, harus mampu bersaing dengan gadget. Kenapa? Karena banyak aplikasi pembelajaran yang sudah beredar. Siswa gampang saja, tinggal ambil picture, langsung keluar jawaban lengkap dengan sejuta cara penyelesaian.

Para guru, are you ready?

Baru 3 tantangan ya. Saya bingung untuk mengungkapkan tantangan-tantangan yang lain. Hehehehe. Saya rasa cukup sekian dulu tulisan saya ini. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di tulisan saya berikutnya. Bye bye.
Oiya info ini saya dapat dalam acara Pelatihan Upgrading 😀😀😀
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb

Sabtu, 12 Januari 2019

Review Sky Castle Eps. 1

Assalamu'alaikum. Annyong haseyo. Hari ini aku bakal cerita tentang drama korea lagi. Bukan bermaksud meracuni, tapi ya begitulah. Ada yang tahu drama ini? Aku juga tahu drama ini karena baca cuitan di tweeter. Sampai ada yang menulis kalau setelah menonton ini, dia jadi bersyukur dia hidup di Indonesia. Aku merasa tertantang, jadinya aku nonton ini.

Drama ini rilis 23 November 2018 (sumber:Google). Ini sebenarnya kisah orang-orang yang hidup di kawasan elit bernama 'Sky Castle'. Ada 4 keluarga yang hidup di kawasan tersebut, aku fikir mereka berhubungan darah seperti kerajaan gitu loh ternyata enggak. Mereka menikmati fasilitas tinggal di rumah mewah secara gratis karena 3 kepala keluarga dari mereka adalah dokter dan 1 lagi entah apa kerjanya. Sepertinya dokter juga. Kalau karena mereka dokter, kenapa gak semua dokter tinggal di situ ya kan? Ternyata hanya profesor terbaik Joonam yang diizinkan tinggal di Sky Castle.

Jadi, setiap keluarga sangat kompetitif di bidang pendidikan anaknya. Dari entah udah berapa drama yang kutonton, emang sepertinya siswa di Korea itu sangat sibuk untuk belajar. Katanya, banyak siswa yang setress menghadapi pendidikan. Apalagi bagi yang jelas XII atau kelas 3 SMA. Pernah kepikiran gak kenapa siswa di sana itu pergi pagi pulang malam? Aku rasa, karena memang sekolah di sana agak lama kali ya? Aku pernah nonton drama korea judulnya School yang diperankan oleh Lee Jong Suk (siswa) dan Jang Na Ra (gurunya), wah kita benar-benar disuguhkan dengan kehidupan anak sekolah di sana.

Oke balik lagi ke Sky Castle. Di awal drama ini menceritakan tentang Park Young Jae yang lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Soul. Jadi ibunya Ye Suh mengadakan pesta selamatan untuk ibunya Park Young Jae dengan harapan ibu Park Young Jae akan memberikan portofolio Park Young Jae kepada Ye Suh agar dia dapat mengikuti jejak Young Jae yang berhasil lulus di FK. Namun, ibu Park Young Jae tidak memberikan portofolio anaknya, karena menurutnya itu adalah privasi anaknya. Namun, dia memberi tahu cara agar anaknya bisa masuk ke FK UNS.

Tak hanya ibu Ye Suh yang menginginkan portofolio Young Jae, tapi ibu dari si kembar Cha juga menginginkan hal tersebut. Sementara ibu Soi Han tidak terlalu menginginkan mungkin karena Soo Han masih SMP. Tapi, ketiga ibu tetap mendekati ibu Young Jae agak mendapatkan kiat sukses mendidik anak sehingga anaknya dapat masuk ke FK. Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya bahwa ke empat keluarga ini berkompetisi untuk menciptakan dokter generasi ketiga.

Di episode ini lebih dijelaskan tentang ambisi orang tua yang ingin anaknya lulus di FK. Dapat dilihat dari usaha orang tua yang mencari cara anaknya menjadi yang terbaik. Tapi kalau dilihat, hanya Ye Suh yang sangat ingin lulus di FK. Ketika ditanya mengapa Young Jae mau masuk FK, dia hanya menjawab bahwa itu impian orang tuanya. Sangat jelas terlihat bahwa anak-anak merasa terbebani dengan keinginan orang tuanya.

Di akhir episode diperlihatkan ibu Young Jae yang sedang melaksanakan aksi bunuh diri di tengah malam bersalju yang indah. Kira-kira kenapa ya ibu Young Jae yang terlihat bahagia atas masuknya Young Jae ke FK malah melaksanakan bunuh diri? Entahlah, mari kita lihat episode selanjutnya.

Bye. Wassalam...

Pencari Kerja

Assalamu'alaikum. Hallo, apa kabar? Semoga readers semua tetap dalam keadaan sehat wal afiat. Hari ini aku bakal share pengalamanku tentang pencarian pekerjaan.

Pertama kali aku bekerja itu ketika kelas X Aliyah. Ingat aku ketika itu aku ingin mengikuti kegiatan kepramukaan. Aku diberi izin untuk berkegiatan, cuma orang tuaku menegaskan kalau tidak akan memberi bantuan dalam hal keuangan. Sederhananya, kalau aku mau mengikuti kegiatan organisasi apapun itu baik pramuka ataupun yang lain aku gak boleh minta uang ke orang tua, karena uang dari orang tua hanya untuk uang sekolah, ongkos, dan keperluan sekolah yang lain. Jadi aku harus mendapatkan uang dari jerih payahku sendiri. Pekerjaan pertamaku itu jadi tukang cuci tetanggaku. Honornya cukuplah untuk biaya camping hehehe.

Setelah orang tuaku pindah dari Kabanjahe, aku mencoba jadi tukang setrika di rumah kepala sekolahku. Honornya cukuplah untuk uang peganganku untuk ke Medan. Kebetulan waktu itu aku ikut Porseni di Medan. Setelah itu, aku tinggal bersama guru Alqur'an Hadits. Di rumah tersebut, aku bantu2 sedikit di rumah. Setiap minggu, guruku itu memberiku uang jajan. Lumayan, setelah uang SPP terbayarkan melalui beasiswa, orang tuaku tak perlu memikirkan uang makan, uang kost, dan uang jajan, karena itu semua sudah ditanggung guruku.

Karena sudah terbiasa menghasilkan uang sendiri, rasanya kalau tidak bekerja ada yang kurang. Di penghujung semester 1, aku melamar kerja di sebuah bimbel. Alhamdulillah, di semester 2 aku sudah mulai mengajar. Honornya cukuplah untuk uang pulsa hehehe. Setelah semester 8, aku mulai mencari pekerjaan serius, yang honornya gak sekedar lumayan. Karena semakin banyak yang ditanggung, fikirku.

Pencarianku dimulai dari mencari via online maupun offline. Kalau sudah mencari pekerjaan, aku tahan lihat layar handphone maupun laptop. Sering melayangkan surat lamaran di berbagai situs loker. Gak tau aku ini terlalu semangat atau hobi baru? Pernah dipanggil oleh bank BTPN Syari'ah, seleksi dan lulus. Tapi waktu itu belum selesai kuliah, jadi belum bisa join. Pernah bekerja di perusahaan trading, yang kerjanya cuma telfon dan buat janji temu. Kalau belum ada client, belum dapat gaji. Kutahankan sebulan juga waktu itu, akhirnya tak kulanjutkan karena badan terlalu lelah dan tak kunjung mendapatkan client.

Oo iya aku juga pernah ikut audisi casting sebuah film layar lebar. Tapi belum rezeki hehehehe.
Pencarian kerja pun berlanjut sambil menyelesaikan skripsi. Akhirnya skripsi selesai. Sambil menunggu hari wisuda yang waktu itu agak lama, kira-kira 10 bulan dari hari aku sidang, aku mencari kerja lagi. Selain situs loker, aku juga mengunjungi beberapa pameran loker yang kadang hadir di kampus kota Medan. Semua jenis pekerjaan yang kira-kira mampu kulaksanakan, aku lamar. Yang ada difikiranku hanyalah mendapat pekerjaan yang gajinya minimal sesuai UMR lah. Aku mencari dan terus mencari lagi. Lelah? Lelah sih memang. Tapi bukankah hidup ini sebuah perjuangan? Bagaimanakah akhir dari pencarianku? Aku juga belum tahu.

Rabu, 09 Januari 2019

Nilai

Apa yang dimaksud dengan nilai?
Menurut KBBI, nilai adalah "ni·lai n 1 harga (dl arti taksiran harga): sebenarnya tidak ada ukuran yg pasti untuk menentukan -- intan; 2harga uang (dibandingkan dng harga uang yg lain): -- rupiah terus menurun; 3 angka kepandaian; biji; ponten: rata-rata -- mata pelajarannya adalah sembilan; sekurang-kurangnya -- tujuh untuk ilmu pasti baru dapat diterima di akademi teknik itu; 4 banyak sedikitnya isi; kadar; mutu: -- gizi berbagai jeruk hampir sama; suatu karya sastra yg tinggi -- nya; 5 sifat-sifat (hal-hal) yg penting atau berguna bagi kemanusiaan: --tradisional yg dapat mendorong pembangunan perlu kita kembangkan; 6 sesuatu yg menyempurnakan manusia sesuai dng hakikatnya: etika dan -- berhubungan erat.

Dalam dunia pendidikan, setiap pembelajaran akan dinilai dan selalu menghasilkan sebuah angka. Hal inilah terkadang yang dikejar-kejar oleh peserta didik. Saya juga tidak dapat menyalahkan peserta didik yang semata mata hanya mengejar nilai, karena memang semua ini tergantung oleh nilai.

Untuk mencapai nilai tertentu, tak sedikit peserta didik yang melakukan apapun untuk mewujudkannya. Seperti menjalani les tambahan. Saya pribadi yang mengawali karir saya sebagai pengajar private merasa sangat terbantu dengan adanya program les tambahan. Tapi ya itu, tantangannya berat. Jadi gak cuma rindu yang berat, menjadi pengajar private juga berat. Saya jadi merasa dituntut untuk mengajar ekstra agar nilai si anak dapat meningkat. (Padahal yang ujian itu si anak, bukan saya. Tapi saya yang setres).

Gak cuma peserta didik yang merasa tertantang untuk mencapai nilai yang tinggi, tapi orang tua juga. Banyak orang tua yang kadang rela membayar mahal untuk mendatangkan guru private ke rumah. Agar apa? Agar anaknya pintar, ya ujung-ujungnya kepintaran itu dibuktikan dengan nilai.

Skenario terburuknya, peserta didik akan melakukan apapun demi mendapatkan nilai yang tinggi. Mencontek misalnya. Padahal menurut saya, nilai itu sebagai batas kemampuan saya. Jika nantinya nilai saya rendah, berarti kemampuan saya hanya segitu, jadi perlu diasah lagi.

Siapa yang tidak berminat dengan nilai yang tinggi? Tapi seharusnya nilai yang tinggi itu harus mampu dipertanggung jawabkan. Karena, mempertahankan prestasi lebih sulit dibanding meraih prestasi.

Sampai di sini dulu ya. Kritik dan saran sangat diperlukan dalam memperbaiki tulisan ini. Terimakasih dan sampai jumpa dipostingan saya selanjutnya 😊😊😊